sweetie alessa’s blog

~ ikhlas dan bersabarlah…. ~

Hanya Sekedar Hamba Allah

ka'bahHari ini, dari Indonesia, tepat memasuki hari kelima keberangkatan para tamu Allah memenuhi undangan menunaikan Ibadah Haji di Tanah Suci. Tahun ini rasanya berbeda, lebih istimewa, karena ada satu moment yang membuatku selalu ingin memantau keadaan para jamaah dari Indonesia, khususnya Jakarta. Keberangkatan seseorang yang istimewa, ternyata mampu membuatku ikut larut dalam kekhusyu’an ibadah mereka, meskipun hanya berusaha menjaga kekhusyu’an sholatku dan menguntai do’a dalam lantunan ayat suci.

Terbayang betapa indahnya, haru, bangga, syahdu dan ta’jub, dengan mengenakan pakaian ihram, satu sama lain diantara manusia yg hadir di sekitar Ka’bah itu menyahut dengan kalimat talbiyah: Labbaik Allahumma Labbaik. Pada pertemuan akbar dalam ibadah haji itu semua insan, para hamba Allah, lebur menjadi ummat yang satu. Siapa dan apapun pangkat atau kedudukannya, tatkala berada dalam majelis akbar itu, pupuslah segala atribut yang ada pada diri, satu sama lain, semuanya, hanyalah hamba. Ya, sekedar hamba Allah. Tak ada yang boleh merasa hebat, karena dalam pandangan Allah SWT siapapun kita adalah tetap sama; makhluk ciptaan-Nya, hamba Allah.

Di Tanah Haram itu pula segala kesombongan atau keangkuhan yang lazim menjadi perangai manusia itu sirna ditelan lautan manusia yg asyik-ma’syuk melafazkan kalimah yang mengagungkan ‘Asma Allah; yang larut dalam amalan ibadah ditengah kekhusyukannya; yang satu sama lain menjaga hati dan diri demi terjalinnya kedekatan hubungan dengan Sang Al-Khaliq. Maka mereka yang berhaji itu pun sama berharap, kiranya Allah SWT berkenan menerima kehadiran mereka yg ber-taqarrub minallah, agar kelak kembali ke negeri asal dengan mendapat haji yang mabrur.

Allah SWT sajalah yang tahu siapa-siapa diantara para hamba-Nya itu yang pantas mendapat pahala mabruran. Itu senantiasa menjadi rahasia Allah. Ya, begitu banyak hal-ihwal dalam kehidupan ini yang menjadi rahasia Allah. Allah pulalah yang mengangkat derajat seorang anak manusia, untuk kemudian menjadikannya sosok yang mampu mengalahkan segala bentuk kebesaran yang berbungkus arogansi dan keangkuhan duniawi. Dari peristiwa berhaji itu, mestinya kita sadar, diri ini tak lebih hanyalah hamba Allah, yang sepantasnya pula sebagai sesama hamba, kita lalu tak merasa lebih hebat ketimbang orang lain.

Akhirnya, kepada para tamu Allah, selamat menunaikan dan menggenapkan rukun Islam yang kelima. Semoga di kesempatan berikutnya, tiba giliran kami yang mendapatkan undangan-Nya ke Tanah Haram.

Amin Ya Robbal Alamin…

November 10, 2008 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: