sweetie alessa’s blog

~ ikhlas dan bersabarlah…. ~

Haji Akbar dan Haji Mabrur

Haji Akbar (haji besar)

Istilah haji akbar disebut dalam firman Allah SWT pada surah At-Taubah : 3 , yang artinya :
“Dan (inilah) suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin…”

Ada beberapa pendapat ulama tentang haji akbar, yaitu haji akbar adalah :
– Haji pada hari wukuf di Arafah.
– Haji pada hari nahar.
– Haji yang wukufnya bertepatan dengan hari Jum’at.
– Ibadah haji itu sendiri beserta wukufnya di Arafah.

Namun pendapat yang paling mahsyur adalah pendapat yang menyatakan bahwa haji akbar adalah haji yang wukufnya jatuh pada hari Jum’at.
Ada haji besar, ada pula haji Asghar (haji kecil) yang merupakan istilah lain untuk umrah.

Haji Mabrur

Haji mabrur adalah ibadah haji seseorang yang seluruh rangkaian ibadah hajinya dapat dilaksanakan dengan benar, ikhlas, tidak dicampuri dosa, menggunakan biaya yang halal, dan yang terpenting, setelah ibadah haji menjadi orang yang lebih baik.

Balasan bagi orang yang mendapatkan haji mabrur adalah surga. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang artinya :
Umrah ke satu ke umrah berikutnya adalah penebus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur ganjarannya tiada lain kecuali surga. (HR. Bukhari Muslim).

(kompas.com)

Advertisements

November 14, 2008 Posted by | Tentang Haji | , | Leave a comment

Masjidil Haram

masjidil-haram2MASJID ini terletak di Kota Makkah Al Mukaramah dan merupakan masjid tertua di dunia yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid ini berbentuk empat persegi dan dibangun mengelilingi Ka’bah, berbeda dengan masjid manapun didunia, shaf di Masjidil Haram ini berbentuk lingkaran, semuanya menghadap ke Ka’bah yang berada di tengah-tengah. Ini merupakan keunikan yang tidak dimiliki masjid manapun di dunia.

Spesifikasi Masjidil Haram

Ka’bah

Ka’bah adalah bangunan yang menyerupai bentuk kubus, tempat ini merupakan bangunan pertama yang ada di atas muka bumi yang digunakan sebagai kiblat dalam menjalankan ibadah Sholat oleh umat Islam, sebagai mana firman Allah dalam (QS. Ali Imran ayat 96) yang artinya :

“Sesungguhnya permulaan rumah yang dibuat manusia untuk tempat beribadah itulah rumah yang di Bakkah (Mekkah), yang dilimpahi berkah dan petunjuk bagi alam semesta.”

Ka’bah disebut pula Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul Atiq (Rumah Kemerdekaan) dibangun berupa tembok bersegi empat dari batu-batu besar berwarna kebiru-biruan yang berasal dari gunung-gunung sekitar Mekkah.

Kiswah adalah penutup keempat dinding Ka’bah yang tergantung dari atap sampai kaki terbuat dari kelambu sutra hitam, lebarnya total 658 m2. Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan kiswah ini sebesar 17.000.000 riyal dengan tenaga kerja sebanyak 240 orang, hal ini telah dilakukan sejak zaman Nabi Ismail.
Kiswah tiap tahun diganti, dilakukan pada tanggal 10 Djulhijjah ketika para jamaah sedang berada di Mina, Kiswah ini dihiasi dengan tulisan Al Qur’an yang disulam secara khusus dengan benang emas, salah satu kalimatnya adalah:

Allah Jalla Jalalah, la ilaha illaallah, Muhammad Rasulullah. (Allah Maha Agung, tiada Tuhan selain Allah, Muhammad itu Utusan Allah).

Pintu Ka’bah disebut juga dengan nama al-burk, ini terbuat dari bahan emas murni 99 karat, dengan berat keseluruhan 280 kilogram. Letak pintu ini dari lantai thawaf adalah 2,25 meter sedangkan daun pintu itu sendiri panjangnya 3,06 meter dengan lebar 1,68 meter. Pintu yang sekarang ini adalah hadiah dari raja Khalid bin Abdul Aziz. Dalam sejarahnya pintu ini telah berubah-ubah baik dari bahan baku seni dan bentuknya. Hadits Nabi yang mengatakan :

“Siapa yang masuk ke Baitullah berarti dia masuk dalam kebaikan, keluar dari kejahatan dan dia mendapatkan ampunan”. ( HR. Ath –Thabrani dari Ibnu Abbaas)

Nilai harga pintu itu Rp. 14.420.000,- ( empat belas juta empat ratus dua puluh ribu ) pada tahun 1979 M.

Hajar Aswad

Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak disudut sebelah tenggara Ka’bah, yaitu sudut dimana Thawaf dimulai. Hajar aswad berasal dari syurga yang dibawa oleh Malaikat Jibril atas perintah Allah, batu ini terdiri dari 8 keping yang terkumpul diikat dengan lingkaran perak. Ciri-ciri Hajar Aswad adalah jika dimasukkan ke dalam air akan mengapung dan bila dibakar tidak akan pecah. Hadits Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah bersabda : “Hajarul Aswad diturunkan dari syurga dan berwarna lebih putih dari susu. Dosa-dosa manusia (anak Adam) menyebabkannya menjadi hitam”. (HR. Ahmad dan Turmizi)

Mihzab (Talang Emas)

Talang air ini dulunya tidak ada karena Ka’bah belum memiliki atap, namun pada saat renovasi Ka’bah yang dilakukan suku Quraisy, bangunan ini diberi atap, hingga memerlukan talang air.
Talang air sering diganti dan yang ada sekarang hadiah dari Sultan Abdul Majid Khan Bin Sultan Muhammad Khan dari Konstantinopel pada tahun 1276 H (1859 M), bahannya dilapisi emas seberat 40 kg. Pada tahun 317 H. salah seorang pengikut Abu Taher Al-Qurmuthy berniat untuk mencuri, namun ketika memanjat dinding Ka’bah dia terjatuh dan akhirnya tewas.
Letak talang emas ini persis di depan Hijr Ismail, tempat dimana talang ini berada oleh Khalifah Utsman disebut pintu surga.

Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana pendapat orang-orang kebanyakan. Ia adalah bangunan kecil di sebelah timur Ka’bah. Di dalam bangunan kecil ini terdapat sebiji batu yang diturunkan oleh Allah dari Syurga bersama-sama dengan Hajarul Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di waktu baginda membangun Ka’bah. Salah satu Mu’jizat yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim, batu tersebut dapat naik dan turun sesuai kehendak nabi Ibrahim ketika membangun tembok Ka’bah. Letak maqam Ibrahim berhadapan dengan Pintu Ka’bah.

Hijr Ismail

Hijr Ismail terletak berdampingan dengan Ka’bah, dipagari oleh tembok rendah (al-Hatim) berbentuk setengah lingkaran. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, sebahagian dari Hijir Ismail itu adalah termasuk dalam Ka’bah. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari ‘Aisyah r.a. yang artinya :

Dari ‘Aisyah r.a. berkata : “Aku sangat ingin memasuki Kaabah untuk melakukan sembahyang di dalamnya. Rasulullah memegang tanganku dan memasukkan aku ke dalam Hijir Ismail sambil berkata “Sembahyanglah kamu di Hijir jika kamu hendak masuk ke dalam Ka’bah karena kaum engkau (orang Quraisy) telah meninggalkan bagian ini di luar semasa mereka membangun Ka’bah.”

Ditempat ini sering dipakai jamaah Haji maupun Umrah untuk melakukan shalat sunnat karena diyakini sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk berdo’a. Orang yang telah mengerjakan thawaf, disunatkan mengerjakan shalat sunat dua rakaat di Hijir Ismail dan mengerjakan shalat sunat di Makam Ibrahim.

Multazam

Multazam adalah dinding atau tembok antara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah. Tempat ini dipergunakan oleh jamaah Umrah maupun Haji untuk bermunajat kepada Allah setelah selesai melakukan tawaf. Jarang orang tidak meneteskan air mata disini, disamping terharu akan kebesaran Allah, Multazam juga salah satu tempat paling musatajab, sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaki dari Ibnu Abbas yang artinya :

“Antara Rukun Aswad dan pintu Ka’bah disebut Multazam. Tidak ada orang yang meminta di Multazam, melainkan Allah Kabulkan permintaannya itu.”

Telaga Zam-Zam

Zam-Zam dalam bahasa arab berarti air yang melimpah, sumur di bawah tanah yang terletak ± 20 meter sebelah Tenggara Ka’bah ini mengeluarkan air bersih dan jernih yang tiada henti, dan diamanatkan agar sewaktu meminum air Zam-zam harus niat. Sebelum minum air zam-zam kita menghadap ke Ka’bah bermunajat kepada Allah sbb :

Bismillahirrahmaanirrahiim:
“Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan disembuhkan dari segala macam penyakit.”

Tentang air Zamzam ini sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari isteri Nabi Ibrahim as yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail as. Waktu itu Ismail dan ibunya ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim di Mekkah, mereka kehabisan air minum, maka Siti Hajar berlari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali untuk mendapatkan air, namun tak menemukan setetes air pun. Tiba-tiba ia mendengar suara. Maka Siti Hajar pun berkata :

“Aku mendengar suaramu tolonglah kami jika engkau memiliki kebaikan.”

Kemudian Malaikat Jibril menampakkan diri dan melalui hentakan kaki Ismail, serta merta memancarlah air dari perut bumi. Siti Hajar membendung air itu karena melimpah serta berkata zam… zam… zam… yang maksudnya kumpul….… kumpul……. Dengan bekal air inilah mereka menyambung hidup.

Mas’a

Mas’a adalah sebutan untuk tempat para jamaah haji melakukan Sa’i, yang dibangun untuk menghubungkan antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Terbuat dari lantai pualam sepanjang 405 m. Jamaah Haji yang melakukan Sa’i harus melalui jalur tersebut sebanyak 7 kali pulang pergi. Kini telah dibangun menjadi dua tingkat, jumlah jarak yang ditempuh antara Shafa dan Marwah adalah 7 x 405 m = 2.835 meter.

(kompas.com)

November 14, 2008 Posted by | Tentang Haji | , , | Leave a comment