sweetie alessa’s blog

~ ikhlas dan bersabarlah…. ~

Puding Batik

pudingbatikBahan-Bahan :

Bahan Larutan putih:
750 ml susu cair
9 gram agar-agar putih
150 gram gula pasir
2 kuning telur
250 ml krim kental

Bahan Larutan coklat:
500 ml susu cair
120 gram gula pasir
5 g agar-agar putih
150 g cokelat masak pekat, lelehkan
2 kuning telur kocok

Bahan Vla:
500 ml air jeruk manis
200 gram gula pasir
3 sendok makan maizena, larutkan dengan
3 sendok makan air

Cara Mengolah :

Membuat Larutan Putih:
1. Masak susu cair, agar-agar, gula pasir, hingga mendidih.
2. Kocok kuning telur, tambahkan 1 sendok sayur susu cair, aduk rata.
3. Tambahkan krim kental. Aduk rata.
4. Tuangkan adonan ke dalam panci. Panaskan hingga mendidih. Angkat.
5. Biarkan hingga setengah keras.

Membuat Larutan Cokelat:
1. Masak susu cair, gula pasir, agar-agar, cokelat, hingga mendidih.
2. Kocok kuning telur. Tambahkan 1 sendok sayur susu. Aduk rata.
3. Tuang kembali ke dalam adonan agar-agar. Aduk rata hingga mendidih. Sisihkan.
4. Biarkan hingga setengah keras.

Membuat Vla:
1. Rebus air jeruk manis, gula pasir, larutan maizena. Aduk rata.
2. Ambil 1 sendok sayur susu ke dalam kuning telur aduk rata.
3. Masukkan kembali ke adonan susu. Aduk rata hingga mendidih. Angkat. Aduk-aduk.

Penyelesaian:
1. Siapkan cetakan segitiga (volume 1500 ml).
2. Basahi dengan air.
3. Tuang adonan putih dan cokelat bergantian, hingga menyerupai batik.
4. Bekukan.
5. Sajikan puding bersama vla.

sumber : Majalah Femina

Advertisements

November 17, 2008 Posted by | Manis & Segar | , , | Leave a comment

Hot Chocolate

hotcocoaBahan-Bahan :
1/2 gelas susu tanpa lemak
1-2 sendok makan gula
1 1/2 sendok makan cokelat masak
1 gelas air mendidih

Cara Mengolah :
1. Campurkan susu, gula dan cokelat dalam sebuah mug atau gelas.
2. Masukkan air mendidih, aduk rata.
3. Hias dengan krim (whipped cream), sesuai selera.
4. Sajikan hangat.

sumber : http://www.my-meals.com

November 17, 2008 Posted by | Minuman | , | Leave a comment

ti amo (aku cinta) ~2~

Tepat pada hari yang kami tentukan, Alex dan Fafa sudah menungguku di depan penginapan. Mereka mengenakan pakaian yang hampir sama, jeans biru dan sweater berwarna cerah yang membalut badan mereka ketat. Fafa tak melepaskan sun glasses yang menutupi matanya. Ia melambaikan tangan saat kami melangkah turun dengan setengah berlari.
“Tak usah terburu-buru. Kita akan tiba tepat waktu.” ujar Alex saat aku tiba dengan nafas turun naik. Lumayan kalut, plus berdebar-debar! Ida tersenyum kecil dan itu membuatku senewen. Kacau, kenapa justru aku yang merasa panik?
Fafa mengambil tempat di belakang kemudi bersisian dengan Alex, sementara aku dan Ida duduk tenang di belakang. Kami berpandangan sambil tersenyum simpul.
“Katanya kawan-kawanmu akan ikut, Alex.” tukas Ida seakan tersadar bahwa sedari tadi tak ada orang lain. Hanya kami berempat.
“Seperti yang kau lihat. Hanya kakak tersayang pendamping setiaku.” jawabnya diplomatis. Huh, bohong!
“Sayang sekali. Padahal aku ingin sekali bertemu mereka.” keluhnya tertahan. Aku menggigit bibir menahan tawa. Lihat saja bagaimana kau akan “tergeletak” nanti, sobat.
“Hei, kok diam … memikirkan apa nona cantik?” Ia menyenggol lenganku sambil mengangkat alis turun naik. Menggoda, barangkali …
“Ah, tidak apa-apa.” elakku halus.
“Apa selama ini dia selalu banyak bicara?” lanjut Alex sambil memiringkan tubuhnya agar dapat melihat kami. Aku memberi isyarat agar Ida tak berkomentar banyak atas pertanyaannya. Tapi aku keliru, karena sobatku itu sepertinya antusias sekali.
“Sangat! Terlebih untuk segala hal yang menyangkut dirimu. Dia bisa jadi berapi-api dan penuh semangat ’45!”
“What? Semangat apa?”
Ups! Ia tak akan mengerti dengan istilah “nasionalisme” kami itu.
“Forget it, Alex! Aku memang banyak bicara kalau ada hal-hal yang memerlukan perhatian khusus.” potongku sebelum Ida membuka mulut untuk menjelaskannya panjang lebar. Ia menatapku tajam.
“Kau selalu membuatnya bingung.” tegurnya keras. Matanya menatapku tajam seakan memaksaku untuk mendengarkannya.
“Aku tidak mengerti…” balasku tak kalah keras. Kali ini Ida menarik nafas panjang. Wah, pasti hal yang serius nih, pikirku tiba-tiba.
“Dengar ya … bagaimana Alex bisa berkata jujur kalau kau terus menerus mem-back up nya. Kau kan juga ingin tau ada masalah apa sampai-sampai Alex terikat dengan dua gadis yang sama-sama cantik dan sama-sama bernama Sonia. Iya ‘kan Fano?” rutuknya pelan. Fafa tertawa, mungkin karena mendengar kata-kata terakhir Ida. Tak urung aku dan Alexpun ikut tertawa … walau sedikit hambar.
“I’m sorry, pal. Aku tidak bermaksud seperti itu. Yah, setidaknya timbulkanlah kesan yang baik di awal perjumpaan kita. Kalau Alex memutuskan untuk menyimpan cerita tentang masalah pribadinya, aku setuju. Tidak semua hal bisa menjadi lebih baik dengan kita mengumbarnya ke publik. Oke?!” Ida mengangkat bahu. Kuharap ia mengerti karena aku tak ingin ada masalah yang timbul selama kami disini. Tak berapa lama Fafa menghentikan kendaraannya disebuah cafe yang letaknya sedikit terasing dari keramaian kota.

Continue reading

November 17, 2008 Posted by | Cerpen | , , , , | Leave a comment

Ice Mocca Coffee

kopi-mocca1Bahan :

500 ml air panas

1 sdm kopi instan

1/2 kaleng susu kental manis cokelat

whipping cream secukupnya

50 gram cokelat masak, lelehkan

Taburan: kayu manis bubuk

Cara Membuat :

1. Siapkan gelas tuangi dengan es batu secukupnya.

2. Seduh kopi dengan air panas, aduk rata, tambahkan susu kental manis cokelat, aduk rata.

3. Tuangkan ke dalam gelas, hias dengan whipping cream dan cokelat masak leleh, taburi kayu manis bubuk.

4. Sajikan dingin.

sumber : indosiar.com

November 17, 2008 Posted by | Minuman | , | Leave a comment

Protected: for my night warrior ~1~

This content is password protected. To view it please enter your password below:

November 17, 2008 Posted by | Sharing | , | Enter your password to view comments.

Manisan Buah Atap/Kolang Kaling

manisan_kolangkalingBahan:
2 kg buah atap/kolang-kaling
2 liter air cucian beras *)
1, 5 liter air
4 lembar daun jeruk purut
2 lembar daun pandan, potong-potong
600 g gula pasir
pewarna merah

Cara membuat:
· Cuci bersih kolang-kaling. Rendam kolang-kaling dalam air cucian beras selama 4 jam atau lebih agar lendir dan aroma asamnya hilang. Tiriskan.
· Bilas dengan air bersih, tiriskan kembali.
· Campur kolang-kaling bersama gula, daun jeruk, dan daun pandan, diamkan beberapa saat sampai gula mencair.
· Rebus kolang-kaling dan beri beberapa tetes pewarna merah. Masak terus hingga air berkurang dan kolang-kaling menjadi merah. Tiriskan kolang-kaling.
· Jerangkan air siropnya hingga agak kental. Masukkan kembali kolang-kaling dan masak dengan api kecil hingga air siropnya habis atau hampir kering. Angkat.
· Dinginkan. Taruh dalam wadah tertutup. Simpan dalam lemari es.

Untuk 2 kg
*) Air cucian beras adalah air yang keruh saat beras disiram air bersih dan diaduk/dicuci.

November 17, 2008 Posted by | Manis & Segar | , , | Leave a comment