sweetie alessa’s blog

~ ikhlas dan bersabarlah…. ~

Lebih Cantik Dengan Bahan Alami

kunyitSelama berabad-abad masyarakat Indonesia secara turun-temurun mengandalkan kunyit sebagai bahan jejamuan. Hingga kini pun masyarakat masih menggunakan lulur kuning yang dibuat dari kunyit untuk menghaluskan dan mencerahkan kulit.

Masyarakat juga memilih menggunakan jamu kunyit asam untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi saat menstruasi. Contohnya, kram dan bau tak sedap.

Di India, selain populer sebagai bumbu kari, kunyit juga dikenal sebagai bagian dari seni pengobatan kuno ayurveda.

R.C. Srimal dalam bukunya, Tumeric: A Brief Review of Medicinal Properties, menyebut manfaat kunyit dalam melindungi hati dari racun logam berat dan mencegah pembentukan batu empedu. Di sana kunyit juga merupakan pilihan solusi bagi perempuan yang sering mengalami kram saat menstruasi. Sebab, kunyit memiliki sifat antispasmodik yang melemaskan otot, sehingga mengurangi kram perut.

Tentu saja pola makan dan pola hidup memengaruhi siklus haid. Yang jelas, mengonsumsi kunyit bisa membantu mengatasi ketidaknyamanan saat haid.

Dalam pengobatan herbal Cina, kunyit disebut jiang huang dan digunakan sebagai formula pelega nyeri, khususnya untuk meredakan nyeri bahu. Kunyit juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol. Mereka percaya bahwa kunyit mampu memperbaiki peredaran darah dan menstimulasi darah menstruasi.

Di samping itu, kunyit merupakan bahan antibioka alami yang dapat mencegah infeksi bakteri. Disebutkan juga bahwa kunyit mampu menghalau infeksi jamur berkat kandungan antifungal di dalamnya.

Jamu kunyit asam untuk masalah datang bulan kadang ditambah dengan rebusan daun sirih. Daun sirih dikenal memiliki sifat antiseptik yang baik untuk mengatasi masalah keputihan dan bau badan.

sumber : kompas.com

December 1, 2008 Posted by | Kesehatan | , , , | Leave a comment

Yang Tidak Boleh Selagi Menstruasi

mawarLuruhnya sel telur yang tidak dibuahi hampir bisa dipastikan dialami oleh setiap perempuan. Hanya saja banyak mitos mengiringi peristiwa yang disebut datang bulan, menstruasi, atau haid ini, sehingga muncul pertanyaan apa saja yang tidak boleh dilakukan perempuan selama mengalaminya? Berikut penjelasan yang diberikan dr. Mimi Suharti.

Berhubungan Seksual

Hubungan seksual yang dilakukan ketika perempuan sedang menstruasi secara tegas dilarang dalam ajaran agama tertentu. Namun terlepas dari itu, secara medis pun berhubungan intim di kala perempuan sedang haid tidak disarankan. Beberapa alasan medis yang menyertainya antara lain:

* Tidak steril

Pada saat menstruasi jaringan luar rahim mengalami pelepasan. Peristiwa ini diikuti dengan membukanya pembuluh darah di daerah tersebut. Kondisi ini menyebabkan organ reproduksi perempuan menjadi tidak steril, sehingga tidak aman bila berhubungan seksual.

* Menyebabkan infeksi

Bersama dengan perdarahan yang terjadi dimungkinkan munculnya kuman. Kuman-kuman ini bisa jadi akan menyebabkan infeksi kalau si perempuan melakukan hubungan seksual.

* Bahaya sudden death

Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah sudden death atau kematian mendadak. Pada saat menstruasi banyak pembuluh darah yang membuka. Hubungan intim bisa berakibat terbawanya udara dari luar masuk melalui pembuluh darah yang terbuka sampai ke jantung. Ini berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.

* Perasaan tidak nyaman

Tak bisa dipungkiri hubungan seksual terkait erat dengan suasana hati. Saat menstruasi banyak perempuan yang merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini akan terbawa dan mengganggu suasana hatinya. Bila dipaksakan untuk berhubungan seksual, alih-alih merasakan kepuasan, yang didapat justru perasaan tidak nyaman itu tadi.

Olahraga berat

Banyaknya pembuluh darah arteri yang terbuka pada saat haid dapat menyebabkan perlukaan. Seorang perempuan yang sedang menstruasi dan melakukan olahraga dikhawatirkan akan mengalami pendarahan berat. Memang tidak semua olahraga akan menyebabkan hal tersebut, tapi sebaiknya sesuaikan olahraga yang dipilih dengan kondisi tubuh. Perempuan dengan kondisi tertentu bisa jadi akan mengalami perdarahan berat ketika memaksakan diri bersenam aerobik saat haid.

Secara umum pun, perempuan yang sedang menjalani siklus bulanannya akan merasa lebih lemas, dan beberapa bahkan menderita nyeri perut, mual, pinggang pegal-pegal, pening, bahkan ada yang sampai pingsan. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi porsi olahraga yang cukup berat atau sebaiknya pilih saja olahraga ringan seperti jalan santai.

Terbelenggu Mitos

Larangan memotong rambut, menggunting kuku, dan keramas selama haid tidak memiliki penjelasan secara medis. Khususnya larangan keramas, menurut Mimi jelas tidak tepat. “Apalagi perempuan yang sedang menstruasi justru harus menjaga kebersihan anggota tubuhnya. Keramas saja sampai bersih, enggak masalah kok,” saran Mimi. Intinya, bila ada mitos-mitos yang dirasa tidak masuk akal, sebaiknya jangan dituruti.

Berenang

Secara teori, pembuluh darah yang membuka dapat mengecil ketika kontak dengan air. Contoh yang gampang adalah seringkali anak yang jatuh dan terluka dikompres dengan batu es untuk menghentikan perdarahannya. Bedanya, walau darah yang dikeluarkan saat menstruasi hanya sekitar 30 cc, tapi kontak dengan air tidak akan menyebabkan darah tersebut terhenti.

Kontak dengan air yang dimaksud di sini di antaranya berenang, menyelam, berendam di bath tub, whirlpool, dan sejenisnya. Ini penting untuk diketahui, sebab banyak beredar anggapan yang salah, yaitu perempuan yang sedang menstruasi darahnya akan berhenti ketika berada dalam air. “Pendapat ini tidak sepenuhnya tepat,” kata Mimi.

Selain itu tidak ada yang dapat memastikan apakah air yang digunakan untuk berendam itu steril. Bisa jadi air kolam renang atau air laut mengandung banyak kuman yang dapat menyebabkan infeksi. Apalagi bila si perempuan ini berendam dalam waktu lama, “Sebaiknya memang tidak dilakukan,” sarannya.
sumber : kompas.com

December 1, 2008 Posted by | Kesehatan | , , , | Leave a comment

5 Hal Tentang Tamu Bulanan

anggrekMeski sudah mulai menstruasi sejak remaja, tapi tetap saja banyak hal yang belum kita mengerti seputar siklus si tamu bulanan ini.

1. Mengapa muncul gejala PMS?
PMS atau sindrom pramenstruasi (premenstrual syndrom), terjadi karena tubuh kita sensitif terhadap perubahan hormon. “Seminggu atau 10 hari kala haid akan datang, kadar hormon progesteron dan estrogen, berubah dengan cepat,” kata Richard P.Frieder, MD, ginekolog di Santa Monica UCLA.

Perubahan hormon tadi menimbulkan berbagai gejala, misalnya perubahan mood, sakit kepala, perut yang terasa melilit, tubuh lemah, dan lesu, atau mendadak demam. Gejala-gejala PMS ini sangat individual sifatnya. Menurut data dari jurnal Archieves of Internal Medicine, 90 persen perempuan mengalami PMS sebelum menstruasi.

Menurut studi yang dilakukan terhadap 3000 wanita, asupan kalsium dosis tinggi dan vitamin D mampu mengurangi gejala-gejala PMS. Selain itu rasa nyeri akibat si tamu bulanan ini juga bisa dikurangi dengan cara mengonsumsi pil kontrasepsi.

2. Kok, Haid Saya Tak Teratur?
Datangnya haid tergantung pada ovulasi (lepasnya sel telur yang matang dan siap dibuahi). Namun karena ovulasi tak selalu teratur, akibatnya tanggal mens juga ikut mundur. Stes dan kelelahan, merupakan penyebab utama tak teraturnya siklus haid.

Sebelum menilai haid Anda tak normal, sebaiknya ketahui dulu siklus haid yang teratur, yakni 25-35 hari, dihitung dari hari pertama haid hingga haid berikutnya. Menurut Mary S.Dolan, spesialis kandungan, tanggal haid yang berbeda dari bulan sebelumnya tak usah terlalu dikhawatirkan. Soalnya, “kekacauan” siklus haid bisa terjadi karena Anda lupa mengingat tanggal terakhir, kenaikan atau penurunan berat badan, gangguan hormonal, atau pola makan yang salah. “Biasanya bulan berikutnya siklus menstruasi akan kembali teratur, namun bila tidak, konsultasikan dengan dokter,” katanya.

3. Mungkinkah hamil saat menstruasi?
Mungkin saja, tapi jarang terjadi. Kuncinya adalah mengetahui dengan pasti apakah darah yang keluar adalah darah haid atau bukan. “Terkadang saat masa subur terjadi ‘perdarahan’ dan dikira sebagai haid. Bila saat itu terjadi pembuahan, mungkin saja bisa hamil,” kata Dolan.

Kehamilan juga bisa terjadi bila pembuahan dilakukan di akhir siklus haid. “Secara teknis mungkin haid Anda sudah berakhir dan ovulasi terjadi dua atau tiga hari kemudian. Namun sperma bisa saja masih ada di sana dan membuahi sel telur yang matang,” kata Dolan. Jadi tak heran bila Anda hamil.

4. Kalau Saya Haid, Sudah Pasti Tak Hamil?
Salah satu tanda kehamilan adalah tidak dapat haid (amenorea). Namun bila sudah hamil masih terjadi perdarahan atau muncul bercak merah sebaiknya Anda perlu waspada karena mungkin ada masalah dengan janin.

5. Berapala Lama Memakai Pembalut?
Untuk menghindari munculnya bakteri, gantilah pembalut setiap enam jam sekali atau bila dirasa sudah tidak nyaman atau basah. Usahakan daerah sekitar kewanitaan selalu kering saat haid. Keringat dan kelembaban yang tinggi bisa memicu timbulnya iritasi.
sumber : kompas.com

December 1, 2008 Posted by | Kesehatan | , , , | Leave a comment

Jangan Sepelekan Nyeri Haid

mawarRASA nyeri tak tertahankan setiap kali menstruasi datang jangan lagi disepelekan. Bisa-bisa endometriosis penyebabnya.

Rasa sakit saat haid biasanya berkaitan dengan kontraksi otot rahim untuk meluruhkan lapisan dinding rahim. Tapi kadar sakitnya berbeda-beda. Ada yang tidak terasa sama sekali, tapi ada juga yang sampai pingsan menahan sakit.

Nyeri haid merupakan salah satu gejala khas endometriosis, yaitu suatu keadaan di mana endometrium terdapat di luar rongga rahim. Sebagai informasi, endometrium adalah selaput yang melapisi bagian dalam rahim (uterus).

Rasa nyeri akibat endometriosis benar-benar nyata. Terkadang disertai mual, muntah, sakit kepala, serta nyeri hebat di bagian bawah perut. Biasanya muncul 1-2 hari sebelum haid dan bisa bertahan selama 2-3 hari selama haid. Gejala yang juga sering dialami adalah rasa nyeri pada waktu berhubungan seks.

Penyebabnya hingga kini belum diketahui, tetapi para ahli menyatakan proses pertumbuhan endometrium disebabkan oleh faktor hormon estrogen.

Endometriosis yang tidak diobati bisa merusak alat-alat reproduksi hingga menyulitkan untuk hamil. Langkah terbaik untuk mencegahnya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan setiap ada keluhan yang menunjukkan adanya endometriosis.

Pengobatan penyakit ini akan disesuaikan dengan usia, gejala, dan kondisi penderita. Jika keadaan endometriosis masih ringan, pengobatannya adalah melalui pemberian pil kontrasepsi. Tapi jika endometriosis sudah terlanjur membesar, biasanya dokter menyarankan untuk melakukan pembedahan.

sumber : kompas.com

November 28, 2008 Posted by | Kesehatan | , , , | Leave a comment

Suka Keju atau Cokelat? Awas Lambung

kejuBAGI Anda pengemar keju dan cokelat, sebaiknya jangan terlalu berlebihan mengkonsumsi jenis makanan yang satu ini. Pasalnya, selain mengandung kolesterol, keju dan cokelat juga dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga mengakibatkan asam lambung meningkat dan kemudian menyebabkan sakit pada lambung.

Demikian anjuran dari ahli gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dalam seminar media di Jakarta, Selasa (8/4).

Perlambatan pengosongan lambung ini, kata Dokter Ari disebabkan unsur lemak dalam keju dan cokelat sulit untuk dicerna. ” Pengosongan lambung yang normal sekitar enam sampai delapan jam, kalau seseorang mengkonsumsi keju dan cokelat berlebih, pengosongan lambung menjadi sepuluh jam atau lebih,” jelasnya.

Dokter Ari juga meminta orang tua mengawasi konsumsi keju dan cokelat pada anak-anak karena ia pernah menemui pasien anak-anak yang berusia 12 tahun mengalami luka pada kerongkongannya karena banyak mengkonsumsi keju dan cokelat.

Saat ditanya, berapa ukuran yang normal mengkonsumsi keju dan cokelat, Dokter Ari menjawab, ” Susah yah kalau ditanya konsumsi yang normal karena itu berkaitan dengan individual, tergantung usia juga. Yang penting jangan berlebihan saja, apalagi buat mereka yang punya masalah lambung,” demikian Dokter Ari. (DIV)
sumber : kompas.com

November 28, 2008 Posted by | Kesehatan | , , , , | Leave a comment

Kopi Tekan Kanker Hati?

kopiKANKER hati tampaknya lebih jarang ditemui pada peminum kopi dibandingkan dengan pada orang yang tidak minum kopi. Demikian laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Hepatology edisi Agustus lalu, yang menampilkan temuan dari 10 studi tentang hubungan antara kopi dan kanker hati.

Studi-studi itu dikaji ulang oleh para peneliti, termasuk Francesca Bravi dari Istituto di Ricerche Farmacologiche di Milan, Italia. Studi keseluruhan mencakup 2.260 orang dengan kanker hati dan 240.000 orang tanpa kanker hati. Para partisipan hidup di Yunani, Italia, dan Jepang. Partisipan melaporkan tentang kebiasaan mereka minum kopi.

Data menunjukkan bahwa peminum kopi tampaknya 41 persen lebih sedikit didiagnosis kanker hati dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi. Untuk setiap cangkir kopi yang diminum, angka kemungkinan didiagnosis kanker hati menurun sampai 23 persen! Beberapa studi mendefinisikan konsumsi kopi sebanyak 3 cangkir atau lebih per hari. Yang lain menyetel pada angka lebih rendah, tidak lebih dari 1 cangkir per hari.

Faktanya, kanker hati lebih jarang terjadi pada peminum kopi di semua negara (Yunani, Italia, dan Jepang). Peneliti mengatakan bahwa temuan ini bukan kebetulan atau fenomena lokal. Mereka berspekulasi bahwa kopi memperbaiki enzim hati dan memotong sirosis dan kanker hati. Namun, tim Bravi tidak menjanjikan bahwa minum kopi akan mencegah kanker hati. Jadi, apakah minum kopi mencegah atau tidak kanker hati, penelitian yang lebih mendalam masih harus terus dilakukan.
sumber : kompas.com

November 27, 2008 Posted by | Kesehatan | , , , | Leave a comment

Tidurlah dengan Pakaian Longgar

anggrekMemang paling nyaman tidur dengan piyama atau pakaian tidur yang longgar. Ini bukan tanpa alasan. Dr Maruyama, peneliti dari Sapparo, Jepang juga menyarankannya. Bahkan lebih baik tanpa menggunakan bra.
Mengapa? Pakaian dalam yang terlalu menekan perut atau dada dapat menekan saraf sehingga memengaruhi fungsi organ.

Menurut penelitiannya di awal 2008, penggunaan pakaian ketat saat tidur dapat menimbulkan berbagai penyakit ringan seperti diare, sembelit, pusing dan gatal.

Dengan melepas pakaian dalam, sirkulasi darah akan lebih baik dan lebih lancar. Elastisitas tubuh juga lebih lentur sehingga tidur lebih nyenyak. Tubuh pun akan lebih hangat secara alami. Dan, kondisi kulit akan jauh lebih baik karena memperoleh oksigen lebih banyak.

sumber : kompas.com

November 27, 2008 Posted by | Kesehatan | , , | 1 Comment

Minum Kopi Hindarkan Kanker Rahim

kopi-hkMINUM kopi ternyata tidak hanya akan membuat Anda tetap semangat dalam beraktivitas. Khusus bagi Anda para wanita, kopi bisa jadi mendatangkan faedah yang sangat besar bagi kesehatan organ reproduksi.

Sebuah riset ilmuwan Jepang belum lama ini mengindikasikan bahwa kebiasaan minum kopi dapat menjauhkan wanita dari kanker yang sangat menakutkan yakni kanker rahim. Dengan meminum kopi secara teratur, risiko perempuan tercatat lebih rendah mengalami kanker yang mematikan ini.

Riset yang digagas Kementrian Kesehatan Jepang ini dilakukan dengan memantau sekitar 54.000 wanita berusia 40 hingga 69 selama sekitar 15 tahun. Para ahli dari Pusat Kanker Nasional Jepang membagi para wanita menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat konsumsi kopi. Selama penelitian berlangsung, tercatat sekitar 117 wanita positif mengalami kanker rahim.

Hasil penelitian menemukan, kelompok wanita yang minum kopi lebih dari tiga cangkir sehari tercatat berisiko 60 persen lebih kecil mengidap kanker rahim dibandingkan mereka yang meminum kopi kurang dari dua kali dalam seminggu.

“Kopi dapat menimbulkan pengaruh menekan kadar insulin, sehingga mungkin dapat menekan risiko mengidap kanker rahim,” ungkap peneliti dalam laporannya.

Selain meneliti konsumsi kopi, tim peneliti juga menelaah efek teh hijau terhadap kanker rahim . Tetapi mereka tidak menemukan hubungan antara teh hijau dengan penurunan risiko kanker rahim.

Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada lapisan endometrium (servik uterus), yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).

Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita berusia 50-60 tahun. Tetapi kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita berumur 20 sampai 30 tahun. Untuk pasien yang lebih tua, mereka lebih berpeluang meninggal akibat penyakit ini, dikarenakan penyakit mereka stadium nya lebih tinggi.
sumber : kompas.com

November 27, 2008 Posted by | Kesehatan | , , , | Leave a comment

Kopi Membuat Dada Rata?

kopiBila Anda termasuk penikmat kopi, hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Swedia ini mungkin perlu dipertimbangkan. Menurut kesimpulan mereka, minum kopi dalam jumlah tertentu bisa membuat dada menjadi rata.

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer tersebut melibatkan 300 wanita penikmat kopi. Mereka ditanyai berapa cangkir kopi yang dikonsumsi perhari. Dari pengukuran yang dilakukan, ternyata ditemukan kalau wanita yang minum tiga cangkir kopi atau lebih dalam sehari, memiliki ukuran payudara 17 persen lebih kecil dari responden yang hanya minum kopi kurang dari tiga cangkir.

Tim peneliti menyimpulkan, terlalu banyak kafein berpengaruh pada kadar hormon dalam tubuh yang juga berdampak pada ukuran payudara. “Minum kopi bisa berdampak pada ukuran payudara karena bisa membuat ukuran makin kecil,” kata Helena Jernstrom dari Universitas Lund, Swedia.

Tapi, bukan berarti Anda harus menghentikan kebiasaan minum kopi. Pasalnya penelitian ini hanya melibatkan sedikit responden, selain itu dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikannya. Namun penelitian ini bisa jadi pengingat kita pada pepatah yang mengatakan semua jangan berlebihan.

sumber : kompas.com

November 26, 2008 Posted by | Kesehatan | , , , | Leave a comment

Obat Luka dengan Kopi

kopi-obatSelain murah dan mudah didapat, ternyata kopi aman dan efektif untuk mengobati berbagai jenis luka.

SIAPA yang tak kenal kopi? Serbuk hitam beraroma khas ini sangat digemari di Indonesia. Tapi tahukah kita kalau kopi tak hanya identik dengan minuman yang begitu nikmat saat diseruput selagi hangat? Selain sebagai pengusir kantuk yang membuat tubuh kembali terasa segar, kopi ternyata mampu diandalkan untuk mengobati luka.

Dr. Hendro Sudjono Yuwono MD, Ph.D. sudah membuktikan khasiat kopi tersebut. Ahli bedah pembuluh darah dari RS Hasan Sadikin, Bandung ini sudah berkutat melakukan serangkaian penelitian terhadap kopi sejak awal tahun 2004. Hasilnya? Kopi ternyata sangat efektif dan aman untuk mengatasi berbagai jenis luka! Dari luka besut lantaran terjatuh, luka tergores benda tajam, luka bakar, sampai luka “koreng” yang sudah terinfeksi. Hebatnya lagi, semua usia dapat menggunakannya, termasuk anak-anak.

Dalam penelitiannya, Hendro menemukan zat antibakteri dalam serbuk kopi yang tergolong sangat kuat. Meski belum diketahui secara pasti jenis kandungannya, namun zat ini terbukti sangat efektif membasmi kuman Methicillin Resistant Starhylococcus Aureus (MRSA) yang sering dijumpai pada luka bernanah.

Hendro menggunakan tikus dan marmot yang sengaja dilukai dengan cara dibakar sedikit. Tikus diobati dengan kopi sementara marmot diobati dengan obat medis untuk luka bakar. Ternyata tikus dapat sembuh dengan baik tanpa ada perbedaan sedikitpun dengan marmot. “Tidak timbul infeksi atau efek samping lainnya,” papar Hendro yang mengaku tidak berniat untuk mematenkan hasil temuannya ini.

Awal tahun 2005 Hendro yang menyelesaikan spesialisasi bedah pembuluh darah tepi di Universitas Leiden dan pendidikan S3 ilmu bedah di Universitas Amsterdam, Belanda menggunakan kopi untuk menyembuhkan luka para pasiennya. Ada berbagai jenis luka yang ditangani, dari luka besut/serut karena terjatuh hingga luka bakar dan luka bernanah. Ternyata pengobatannya bisa berjalan efektif dan hasilnya bisa disetarakan dengan hasil pengobatan yang sudah baku. “Sejauh ini saya tidak melihat ada efek samping yang muncul dari pengobatan luka dengan kopi,” tukas dosen di FK Unpad ini.

CARA PAKAI

* Taburkan secara merata di atas luka. Cukup tipis saja, tidak perlu terlalu tebal.

* Frekuensi bisa 3x sehari; pagi, siang, dan sore.

* Setelah ditaburi kopi, luka harus tetap kering dan sama sekali tak boleh terkena air. Bila terkena air, luka jadi basah terus-menerus sehingga pengobatan tak berjalan efektif. Jika ingin mandi atau melakukan aktivitas yang bersentuhan dengan air, tutuplah luka dengan rapat.

KONTRAINDIKASI

Satu hal terpenting untuk diperhatikan, apakah anak alergi terhadap kopi atau tidak. Alergi terhadap kopi bisa dilihat dari munculnya warna kemerahan atau gatal-gatal di sekitar area luka. Bila demikian, hentikan pemakaian karena sangat mungkin luka justru akan semakin meluas dan dalam lantaran anak pasti tidak tahan untuk tidak menggaruknya. Tapi kalau anak pernah minum kopi dan tidak ada efek samping yang muncul, seperti mual, pusing atau gatal-gatal, bisa dikatakan dia tidak alergi kopi.

PERIH ATAU TIDAK?

Berbeda dari obat merah yang bisa menimbulkan rasa perih saat diteteskan atau salep yang memunculkan rasa dingin, kopi malah memberikan rasa hangat.

PERLUKAH RESEP DOKTER?

Pemakaian kopi tak memerlukan resep dokter. Kopi bisa langsung ditaburkan di atas luka. Hanya saja, kopinya haruslah kopi robusta yang belum dicampur apa-apa. Kopi tak bermerek ini biasanya dijual di pasar-pasar tradisional yang langsung digiling di tempat. Sebetulnya tuntutan keaslian ini tak lain karena, “Saya belum melakukan penelitian terhadap kopi lain yang bermerek,” kata Hendro. Jadi, bila ingin menggunakan kopi bermerek, boleh-boleh saja namun ia tak menjamin apakah penyembuhan lukanya efektif atau tidak.

BERAPA LAMA LUKA BISA SEMBUH?

Bila lukanya relatif kecil akibat tergores pisau, pengobatannya boleh jadi hanya butuh waktu singkat. Setelah diobati mungkin saja lukanya segera kering dan sembuh. Namun luka yang sama, bisa saja sembuh lebih lama bila setelah diobati lukanya basah terkena air.

Waktu penyembuhan luka juga tergantung pada kondisi luka itu sendiri. Kalau luas/lebar dan cukup dalam tentu butuh beberapa kali pengobatan. Ini berarti bisa makan waktu berhari-hari. Untuk luka yang sudah terinfeksi, pengobatannya tentu butuh waktu lebih lama, bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Pasalnya, butuh waktu khusus untuk membasmi bakteri yang sudah bercokol di luka tadi. Luka yang sudah terinfeksi ini ditandai sebagai luka yang bernanah, sudah lebih luas dari luka awal, dan biasanya disertai adanya jaringan daging yang membusuk. Yang juga makan waktu cukup lama adalah pengobatan luka pada penderita diabetes melitus. Oleh karena itu, tetap barengi pengobatan medis. Luka yang diderita para diabetesi, contohnya, baru akan efektif kalau pengobatan diabetesnya berjalan terus.


sumber : kompas.com

November 26, 2008 Posted by | Kesehatan | , , | Leave a comment