sweetie alessa’s blog

~ ikhlas dan bersabarlah…. ~

Wajah dan Sebuah Senyuman

three-bird-smiley-faceWajah adalah media ekspresi seseorang. Dari wajah dapat tergambar apa yang dirasakan atau yang sedang dialami seseorang. Jika seseorang menutup wajahnya maka sulit sekali untuk mengenali siapa ia, begitupun sebaliknya jika seluruh tubuh keculi wajah yang tertutup maka sangatlah mudah untuk mengenal siapa ia.

Wajah juga menggambarkan sisi dalam manusia. Orang yang bahagia, gembira wajahnya akan terlihat ceria dan selalu tersenyum, sedangkan yang gundah atau kesal wajahnya akan terlihat muram dan masam.

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya. Dan dia sangat marah.” (QS. An-Nahl : 58).

Continue reading

Advertisements

January 20, 2009 Posted by | Renungan | , , , , , | Leave a comment

Ketika Tiba Waktumu

tulip“Dari Abdullah bin Umar: Aku pernah mendatangi Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam sebagai orang kesepuluh dari sepuluh orang yang mendatangi beliau pada saat itu. Kemudian seseorang dari kaum Anshar berdiri dan bertanya, “Wahai Nabi Allah, siapakah orang yang paling cerdik dan terkuat pendiriannya?” Beliau menjawab, “Orang yang terbanyak mengingat kematian dan yang terbanyak persiapan untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang paling cerdik di mana mereka berangkat dengan kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat” (HR Thabrani)

Rizki, jodoh dan kematian merupakan wilayah yang misterius bagi setiap manusia. Kematian merupakan sebuah kepastian yang tak mungkin terhindarkan bagi semua makhluk yang bernyawa. Kapan ajal menjemput, bukan menjadi domain kita sebagai makhluk. Menyiapkan bekal menyongsong kematian akan lebih produktif dibanding melakukan upaya-upaya lari dari kematian. Kematian sudah pasti akan datang. Melebihi pastinya kenaikan pangkat jabatan yang tinggal sehari. Melebihi pesta perkawinan yang tinggal nanti malam.

Continue reading

January 13, 2009 Posted by | Renungan | , , , , | 3 Comments

Kebutuhan Emosional Utama Pria dan Wanita

kupu-kupuKebanyakan kebutuhan emosional kita yang kompleks dapat diringkas sebagai kebutuhan akan cinta. Kaum pria dan wanita masing-masing mempunyai enam kebutuhan cinta yang khas dan sama-sama penting. Kaum pria terutama membutuhkan kepercayaan, penerimaan, penghargaan, pujian, persetujuan dan dorongan. Kaum wanita terutama membutuhkan rasa sayang, pengertian, rasa hormat, perhatian, penegasan dan jaminan. Tugas besar untuk memikirkan apa yang dibutuhkan pasangan kita dapat sangat disederhanakan melalui pemahaman tentang kedua belas cinta yang berbeda itu.

Tentunya setiap pria dan wanita pada akhirnya membutuhkan kedua belas jenis cinta itu. Mengakui keenam jenis cinta yang dibutuhkan kaum wanita tidak berarti kaum pria tidak membutuhkan jenis-jenis cinta ini. Kaum pria juga membutuhkan perhatian, pengertian, rasa hormat, kesetiaan, kebenaran dan ketenteraman. Yang dimaksud “kebutuhan primer” adalah orang perlu lebih dulu memuaskan kebutuhan primernya sebelum sanggup sepenuhnya menerima dan menghargai jenis-jenis cinta lainnya.

Kebutuhan primer harus lebih dulu dipenuhi sebelum orang sanggup sepenuhnya menerima dan menghargai jenis-jenis cinta lainnya.

1. Wanita membutuhkan Perhatian, Pria membutuhkan Kepercayaan.
Saat pria memperlihatkan minat terhadap perasaan-perasaan wanita dan menunjukkan kepedulian mendalam akan kesejahteraan wanita itu, si wanita merasa dicinta dan diperhatikan. Dengan membuat si wanita merasa istimewa dengan cara yang penuh cinta, pria itu berhasil memuaskan kebutuhan primernya yang pertama. Tentu saja si wanita makin mempercayainya. Rasa percaya ini membuatnya lebih terbuka dan lebih mudah menerima. Bila wanita menunjukkan sikap terbuka dan mudah menerima terhadap pria, pria itu merasa dipercaya. Mempercayai pria berarti meyakini bahwa ia melakukan yang terbaik dan bahwa pria tersebut menginginkan yang terbaik bagi pasangannya. Bila reaksi-reaksi si wanita mengungkapkan kepercayaan positif terhadap kemampuan dan niat pria, kebutuhan cinta utama pria itu pun terpuaskan. Otomatis pria itu jadi lebih penuh cinta dan perhatian terhadap perasaan-perasaan dan kebutuhan si wanita.

Continue reading

January 7, 2009 Posted by | Renungan | , , , | Leave a comment

Terapi Penyakit Cinta

burung-cantikPenyakit mabuk cinta (al isyq) akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dari-Nya dan dipenuhi kecintaan kepada selain-Nya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengan-Nya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf ‘alaihissalam, ”Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf pun termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf : 24). Nyatalah bahwa ikhlas merupakkan imunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya, berupa perbuatan jelek dan keji. Artinya, memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu. Berkata ulama salaf, ‘Penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang yang dicinta dan dipujanya. Allah berfirman mengenai ibu Nabi Musa alaihissalam, ”Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).” (QS. Al Qashash : 10). Yakni kosong dari segala sesuatu, kecuali Musa; karena sangat cintanya kepada Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.

Bagaimana Virus Ini Bisa Berjangkit?

Penyakit al isyq terjadi karena dua sebab. Pertama, karena menganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua, perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tak ada, niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.

Continue reading

December 30, 2008 Posted by | Renungan | , , , , , | 1 Comment

Hanya Sekedar Hamba Allah

ka'bahHari ini, dari Indonesia, tepat memasuki hari kelima keberangkatan para tamu Allah memenuhi undangan menunaikan Ibadah Haji di Tanah Suci. Tahun ini rasanya berbeda, lebih istimewa, karena ada satu moment yang membuatku selalu ingin memantau keadaan para jamaah dari Indonesia, khususnya Jakarta. Keberangkatan seseorang yang istimewa, ternyata mampu membuatku ikut larut dalam kekhusyu’an ibadah mereka, meskipun hanya berusaha menjaga kekhusyu’an sholatku dan menguntai do’a dalam lantunan ayat suci.

Terbayang betapa indahnya, haru, bangga, syahdu dan ta’jub, dengan mengenakan pakaian ihram, satu sama lain diantara manusia yg hadir di sekitar Ka’bah itu menyahut dengan kalimat talbiyah: Labbaik Allahumma Labbaik. Pada pertemuan akbar dalam ibadah haji itu semua insan, para hamba Allah, lebur menjadi ummat yang satu. Siapa dan apapun pangkat atau kedudukannya, tatkala berada dalam majelis akbar itu, pupuslah segala atribut yang ada pada diri, satu sama lain, semuanya, hanyalah hamba. Ya, sekedar hamba Allah. Tak ada yang boleh merasa hebat, karena dalam pandangan Allah SWT siapapun kita adalah tetap sama; makhluk ciptaan-Nya, hamba Allah.

Di Tanah Haram itu pula segala kesombongan atau keangkuhan yang lazim menjadi perangai manusia itu sirna ditelan lautan manusia yg asyik-ma’syuk melafazkan kalimah yang mengagungkan ‘Asma Allah; yang larut dalam amalan ibadah ditengah kekhusyukannya; yang satu sama lain menjaga hati dan diri demi terjalinnya kedekatan hubungan dengan Sang Al-Khaliq. Maka mereka yang berhaji itu pun sama berharap, kiranya Allah SWT berkenan menerima kehadiran mereka yg ber-taqarrub minallah, agar kelak kembali ke negeri asal dengan mendapat haji yang mabrur.

Allah SWT sajalah yang tahu siapa-siapa diantara para hamba-Nya itu yang pantas mendapat pahala mabruran. Itu senantiasa menjadi rahasia Allah. Ya, begitu banyak hal-ihwal dalam kehidupan ini yang menjadi rahasia Allah. Allah pulalah yang mengangkat derajat seorang anak manusia, untuk kemudian menjadikannya sosok yang mampu mengalahkan segala bentuk kebesaran yang berbungkus arogansi dan keangkuhan duniawi. Dari peristiwa berhaji itu, mestinya kita sadar, diri ini tak lebih hanyalah hamba Allah, yang sepantasnya pula sebagai sesama hamba, kita lalu tak merasa lebih hebat ketimbang orang lain.

Akhirnya, kepada para tamu Allah, selamat menunaikan dan menggenapkan rukun Islam yang kelima. Semoga di kesempatan berikutnya, tiba giliran kami yang mendapatkan undangan-Nya ke Tanah Haram.

Amin Ya Robbal Alamin…

November 10, 2008 Posted by | Renungan | Leave a comment