sweetie alessa’s blog

~ ikhlas dan bersabarlah…. ~

Keutamaan Sabar Menghadapi Cobaan

kupu-kupu“Artinya : Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”. (Isnadnya Shahih, ditakhrij Abu Daud, hadits nomor 3092)

Wahai Ukhti Mukminah,
Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada dirimu atau suamimu atau anakmu ataupun anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar imanmu.

Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah engkau akan sabar ataukah engkau akan marah-marah, dan adakah engkau ridha terhadap takdir Allah?

Wasiat yang ada dihadapanmu ini disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala menasihati Ummu Al-Ala’ Radhiyallahu anha, seraya menjelaskan kepadanya bahwa orang mukmin itu diuji Rabb-nya agar Dia bisa menghapus kesalahan dan dosa-dosanya.

Continue reading

Advertisements

January 28, 2009 Posted by | Muslimah | , , , | 5 Comments

Wajah dan Sebuah Senyuman

three-bird-smiley-faceWajah adalah media ekspresi seseorang. Dari wajah dapat tergambar apa yang dirasakan atau yang sedang dialami seseorang. Jika seseorang menutup wajahnya maka sulit sekali untuk mengenali siapa ia, begitupun sebaliknya jika seluruh tubuh keculi wajah yang tertutup maka sangatlah mudah untuk mengenal siapa ia.

Wajah juga menggambarkan sisi dalam manusia. Orang yang bahagia, gembira wajahnya akan terlihat ceria dan selalu tersenyum, sedangkan yang gundah atau kesal wajahnya akan terlihat muram dan masam.

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya. Dan dia sangat marah.” (QS. An-Nahl : 58).

Continue reading

January 20, 2009 Posted by | Renungan | , , , , , | Leave a comment

Riasan Pipi Untuk Yang Berjilbab

pipi1Ingin tampil segar, meski wajah tertutup kerudung? Mudah kok. Sapukan saja perona di wajah. Tapi sebelumnya pelajari dulu bentuk wajah Anda. Kita ikuti triknya yuk!

Siasati Dengan Riasan

Pipi tembem
Pipi bulat biasa disebut tembem adakalanya mengganggu penampilan. Agar terlihat lebih ramping, kamuflasekan dengan bayangan (shading). Sapukan shading dari arah kuping ke arah tengah, di garis tawa serta di sisi hidung. Berikan foundation berwarna terang pada tulang pipi. Tutup dengan bedak dan baurkan pemerah pipi.

Pipi Kempot
Pipi yang kempot cenderung membuat orang terlihat tua dan tak segar. Berikan foundation berwarna putih mulai ujung kuping mendatar ketengah dan pada garis tawa. kemudian pulaskan shading pada tulang pipi. Tutup dengan bedak dan baurkan perona pipi tepat di tulang pipi.

Siasati Dengan Jilbab

Meski warna perona tidak dapat mengoreksi bentuk pipi, pemilihan warna yang tepat dapat memunculkan aura berbeda pada wajah. Gunakan perona berwarna pink atau fucsia untuk tone kulit berwarna pink. Bila tone kulit Anda kekuningan, pulaskan perona pipi berwarna pipi2orange dan cokelat.

Pemakaian jilbab bisa menyamarkan kekurangan seperti di atas. Pipi tembem, sampirkan jilbab sedikit ke dalam melewati tulang rahang, hingga mengurangi kesan penuh. Letakkan aksennya pada bagian belakang.

Untuk pipi kempot, pasang jilbab menutup pangkal kuping sampai batas rahang, sehingga pipi terlihat lebih menonjol. Memberi aksen sisipan bunga pada bagian depan pun bisa menyamarkan tirusnya pipi.

sumber : tabloidnova

January 16, 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , | Leave a comment

Tips Memilih Bros untuk Kerudung atau Jilbab

bros-kerudungSebelum memilih bros untuk kerudung atau jilbab, sebaiknya Anda….

1. Pilih dulu bentuk aksesori kemudian sesuaikan dengan model serta warna kerudung atau jilbabnya. Jangan lupa menyesuaikan pula dengan warna busananya.

2. Bila ingin menonjolkan aksesori berbentuk rumit dan berukuran besar sebaiknya dipadu dengan kain bermotif samar atau tanpa corak.

3. Aksesoris kecil akan terlihat lebih cantik dan jelas bila disisipkan di bagian samping atau depan jilbab.

4. Setelah dipakai, bros sebaiknya dibungkus dengan kertas halus agar tidak tergores. Lalu simpan dalam wadah khusus.

5. Agar bebatuan aksesori tetap terawat, bersihkan dengan kain halus yang telah dibasahi, kemudian keringkan dengan kain.

sumber : tabloidnova

January 14, 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | Leave a comment

Kreasi Jilbab Manis Berlapis – Jilbab Batik

batik1
1. Buat simpul di tengah pada kain batik yang tidak terlalu lebar.

Continue reading

January 14, 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | 1 Comment

Kreasi Jilbab Manis Berlapis – Jilbab Tulle

tulle

Silakan intip gaya jilbab cantik berikut ini.

Istimewa, dan modelnya tidak pasaran.

Continue reading

January 14, 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | 21 Comments

Ketika Tiba Waktumu

tulip“Dari Abdullah bin Umar: Aku pernah mendatangi Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam sebagai orang kesepuluh dari sepuluh orang yang mendatangi beliau pada saat itu. Kemudian seseorang dari kaum Anshar berdiri dan bertanya, “Wahai Nabi Allah, siapakah orang yang paling cerdik dan terkuat pendiriannya?” Beliau menjawab, “Orang yang terbanyak mengingat kematian dan yang terbanyak persiapan untuk menghadapi kematian. Mereka itulah orang yang paling cerdik di mana mereka berangkat dengan kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat” (HR Thabrani)

Rizki, jodoh dan kematian merupakan wilayah yang misterius bagi setiap manusia. Kematian merupakan sebuah kepastian yang tak mungkin terhindarkan bagi semua makhluk yang bernyawa. Kapan ajal menjemput, bukan menjadi domain kita sebagai makhluk. Menyiapkan bekal menyongsong kematian akan lebih produktif dibanding melakukan upaya-upaya lari dari kematian. Kematian sudah pasti akan datang. Melebihi pastinya kenaikan pangkat jabatan yang tinggal sehari. Melebihi pesta perkawinan yang tinggal nanti malam.

Continue reading

January 13, 2009 Posted by | Renungan | , , , , | 3 Comments

Cinta Adalah Fitrah Yang Suci

pink_roseCinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah SWT didalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Rum ayat 21).

Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka, lapang dan sempit.

Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya. Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan. Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.

Islam adalah agama fitrah karena itulah Islam tidaklah membelenggu perasaan manusia. Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia. Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. Islam membersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.

Continue reading

January 9, 2009 Posted by | Islami | , , , , , | 2 Comments

Semoga Kita Terdorong Melaksanakan Puasa ‘Asyura -2-

Puasa di Bulan Muharram, Seutama-utamanya Puasa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk banyak melakukan puasa pada bulan tersebut sebagaimana sabdanya,
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Dari hadits di atas, Ibnu Rojab rahimahullah mengatakan, “Hadits ini dengan tegas mengatakan bahwa seutama-utamanya puasa sunnah setelah puasa di bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” Beliau rahimahullah juga mengatakan bahwa puasa di bulan Muharram adalah seutama-utamanya puasa sunnah muthlaq. (Latho’if Ma’arif, hal. 36)

Namun yang kita ketahui bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban bukan bulan Muharram. Bagaimana menjawab hal ini?

An Nawawi menjawab keraguan semacam ini dengan dua jawaban:

Pertama: mungkin saja Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui keutamaan berpuasa pada bulan Muharram di akhir hayat hidupnya.

Kedua: mungkin juga beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat udzur sehingga tidak bisa melakukan banyak puasa di bulan Muharram. Mungkin beliau banyak melakukan safar, sakit atau ada keperluan lainnya ketika itu. (Lihat Syarh Shohih Muslim, 4/185)

Bahkan dikatakan oleh Ibnu Rojab bahwa di antara salaf yang melakukan puasa di bulan Muharram sebulan penuh adalah Ibnu ‘Umar dan Al Hasan Al Bashri. (Lihat Latho’if Ma’arif, hal. 36)

Continue reading

January 6, 2009 Posted by | Islami | , , , | Leave a comment

Semoga Kita Terdorong Melaksanakan Puasa ‘Asyura -1-

Sungguh puasa memiliki keutamaan yang sangat besar bagi pelakunya. Tidakkah engkau mengetahui bahwa puasa adalah rahasia antara hamba dan Rabbnya?! Dalam riwayat Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.” (HR. Muslim no. 1151)

Bagi orang yang berpuasa juga akan disediakan pintu surga yang khusus untuk mereka. Inilah kenikmatan di akhirat yang dikhususkan bagi orang yang berpuasa.

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.” (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152)

Juga dalam ayat yang mulia ini dijelaskan mengenai balasan bagi orang yang berpuasa. Allah Ta’ala berfirman,
“(Kepada mereka dikatakan): ‘Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.’” (QS. Al Haqqah [69]: 24)

Mujahid dan selainnya mengatakan, “Ayat ini turun pada orang yang berpuasa: Barangsiapa yang meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena Allah, maka Allah akan memberi ganti dengan yang makanan dan minuman yang lebih baik.” (Latho’if Ma’arif, hal. 36)

Penjelasan-penjelasan tadi adalah motivasi agar kita gemar melakukan puasa. Karena kita sekarang berada di bulan Muharram, ada suatu amalan yang sangat mulia ketika itu yaitu puasa hari ‘Asyura. Hari ‘Asyura -menurut mayoritas ulama- adalah tanggal 10 Muharram dan bukan tanggal 9 Muharram sebagaimana pendapat Ibnu Abbas. Yang lebih tepat adalah pendapat mayoritas ulama sesuai dengan yang nampak jelas pada hadits (baca: zhohir hadits) dan sesuai dengan tuntunan lafazh. Ulama yang menyatakan hari Asyura adalah tanggal 10 Muharram yaitu Sa’id bin Al Musayyib, Al Hasan Al Bashri, Malik, Ahmad, Ishaq dan Khola’iq. (Lihat Syarh Muslim, 4/114)

Lalu apa saja keutamaan puasa tersebut? Semoga dengan mengetahui keutamaannya kita terdorong untuk melaksanakan puasa yang satu ini. Namun, sebelumnya kita lihat terlebih dahulu mengenai keadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melakukan puasa ‘Asyura.

Ya Allah, mudahkanlah urusan ini.

Continue reading

January 6, 2009 Posted by | Islami | , , , | Leave a comment