sweetie alessa’s blog

~ ikhlas dan bersabarlah…. ~

Caramu Mencintaiku

mawar

sering kali aku merasa kau tidak mencintaiku
kadang aku merasa tidak berarti bagimu
sering kali kau mengacuhkan aku
dan menghilang berhari-hari tanpa mengabariku

keketusanmu kadang bisa sangat menyebalkan
kegaranganmu terkadang membuatku tak nyaman
kesibukanmu kadang membuatku terabaikan
dan kemisteriusanmu sangat mengesalkan

jadi, aku diam dan berfikir…
apa yang membuatku mencintaimu?

mungkin karena keindahan jiwamu
aku belajar menjadi bijak darimu
atau mungkin karena kebaikan hatimu
karena kau tak ingin menyakiti orang lain

yang pasti, karena caramu tersenyum
caramu tertawa sampai bahumu bergetar
caramu menatapku dengan kelembutan yang dalam
caramu membiarkanku bersandar pada dadamu yang bidang
dan menjaga agar kepalaku tetap diposisi yang nyaman

caramu selalu membiarkanku menang untuk hal-hal kecil
caramu bersikeras menang untuk hal-hal yang lebih besar
caramu memegang tanganku dan membuatku merasa aman
caramu melindungiku dan sabar meredakan aku dalam kemarahan

caramu mengalah tapi lalu membuatku merasa bersalah
caramu berkata tegas dalam kalimat yang lugas
caramu memelukku, membuatku merasa sangat kecil
caramu menciumku, salah satu keajaiban di duniaku…

caramu mencintaiku, itulah yang membuat aku mencintaimu
hal-hal kecil yang kau lakukan, namun sangat berarti bagiku

yup, kau tahu,
aku mencintaimu…

February 5, 2009 Posted by | Puisi | , | 1 Comment

Wajah dan Sebuah Senyuman

three-bird-smiley-faceWajah adalah media ekspresi seseorang. Dari wajah dapat tergambar apa yang dirasakan atau yang sedang dialami seseorang. Jika seseorang menutup wajahnya maka sulit sekali untuk mengenali siapa ia, begitupun sebaliknya jika seluruh tubuh keculi wajah yang tertutup maka sangatlah mudah untuk mengenal siapa ia.

Wajah juga menggambarkan sisi dalam manusia. Orang yang bahagia, gembira wajahnya akan terlihat ceria dan selalu tersenyum, sedangkan yang gundah atau kesal wajahnya akan terlihat muram dan masam.

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya. Dan dia sangat marah.” (QS. An-Nahl : 58).

Continue reading

January 20, 2009 Posted by | Renungan | , , , , , | Leave a comment

ti amo (aku cinta) ~3~

“Maaf, anda salah tempat rupanya …” Ida mendongak dan ia hampir terlempar dari kursi saat melihat pemilik suara berat tadi. Sesosok pria tinggi, berambut ikal panjang yang sedikit berminyak dengan kaos ketat abu-abu dan sweater yang diikatkan di bahu jenjangnya tiba-tiba saja sudah berdiri di ujung meja. Ia mengerutkan alis saat melihat wajah Ida yang pucat.
“Ada apa…? Anda sakit?”
Ida menggeleng cepat, tapi itu tetap tak bisa menyembunyikan bias putih di wajahnya.
“Mm..Mm..Maldini …?” ujarnya tergagap. Lelaki itu mengangguk.
“My God!” desisnya tak percaya,
“Aku tidak mengerti maksudmu, tapi ini meja kami … “ lanjutnya lagi masih dengan suara bergetar. Lelaki, yang ternyata salah satu bek kiri terbaik dunia saat ini mulai ikut-ikutan gelisah. Ia menengok kiri-kanan, mencari sesuatu.

Continue reading

January 13, 2009 Posted by | Cerpen | , , , , | 2 Comments

Cinta Adalah Fitrah Yang Suci

pink_roseCinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah SWT didalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Rum ayat 21).

Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka, lapang dan sempit.

Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya. Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan. Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.

Islam adalah agama fitrah karena itulah Islam tidaklah membelenggu perasaan manusia. Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia. Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. Islam membersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.

Continue reading

January 9, 2009 Posted by | Islami | , , , , , | 2 Comments

Protected: Feel “Blue” (for alle)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

January 7, 2009 Posted by | Sharing | , | Enter your password to view comments.

Motivasi, Apapun Itu….

anggrek21Ada seseorang yang bertanya, kenapa motivasi menulis itu baru muncul sekarang. Bukannya dah dari dulu sering dapat masukan? Jawabannya cukup simple. Kalau dulu, hati sudah cukup puas dengan menulis di sembarang kertas, buku atau diary. Tapi kepuasan itu hanya dapat dinikmati sendiri. Minimal, orang lain hanya bisa melihat kepuasan itu dari aura lahiriah yang tampak di diri kita. Lalu, kenapa sekarang mencoba mengapresiasikannya lebih jauh? Itu karena tiba-tiba muncul keinginan yang tumbuh makin kuat seiring berjalannya waktu. Keinginan untuk sekedar berbagi dengan yang lain. Keinginan untuk tidak lagi egois dengan menikmati karya sendiri. Dan keinginan ~mungkin lebih tepatnya motivasi~ itu timbul karena seseorang atau sesuatu hal. Kadang banyak hal yang bisa kita pelajari dari seseorang dengan mendengar perkataannya, melihat tingkah lakunya dan bagaimana interaksi yang terjadi dalam kehidupan ber-sosial-nya di masyarakat. Saya pun pada akhirnya mencoba terbiasa dengan hal itu. Walau mesti meng-copy paste ucapan seseorang atau menyampaikan sumbang saran orang lain, like had a reference issued from someone else and transferred it to another one. Rasanya itu bukanlah suatu hal yang buruk apabila kita bisa memilah dengan bijak, mana yang mestinya diserap, mana yang harusnya dibuang, mana yang mesti di compare lagi dengan sumber yang lain, mana yang bisa menjadi solusi, mana yang sekedar memotivasi, atau mana yang jadinya menggurui. Seseorang pasti bahagia dan merasa dirinya berguna bila dia mau berbagi ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Satu rahasia lagi, tulisan ini bisa teruntai pun karena inspirasi dari suatu peristiwa malam tadi. ^_~

December 18, 2008 Posted by | Sharing | , , , | Leave a comment

Protected: Assalammu’alaikum…

This content is password protected. To view it please enter your password below:

November 24, 2008 Posted by | Sharing | , | Enter your password to view comments.

Protected: pertanda apa?

This content is password protected. To view it please enter your password below:

November 19, 2008 Posted by | Sharing | , | Enter your password to view comments.

Protected: for my night warrior ~2~

This content is password protected. To view it please enter your password below:

November 18, 2008 Posted by | Sharing | , | Enter your password to view comments.

ti amo (aku cinta) ~2~

Tepat pada hari yang kami tentukan, Alex dan Fafa sudah menungguku di depan penginapan. Mereka mengenakan pakaian yang hampir sama, jeans biru dan sweater berwarna cerah yang membalut badan mereka ketat. Fafa tak melepaskan sun glasses yang menutupi matanya. Ia melambaikan tangan saat kami melangkah turun dengan setengah berlari.
“Tak usah terburu-buru. Kita akan tiba tepat waktu.” ujar Alex saat aku tiba dengan nafas turun naik. Lumayan kalut, plus berdebar-debar! Ida tersenyum kecil dan itu membuatku senewen. Kacau, kenapa justru aku yang merasa panik?
Fafa mengambil tempat di belakang kemudi bersisian dengan Alex, sementara aku dan Ida duduk tenang di belakang. Kami berpandangan sambil tersenyum simpul.
“Katanya kawan-kawanmu akan ikut, Alex.” tukas Ida seakan tersadar bahwa sedari tadi tak ada orang lain. Hanya kami berempat.
“Seperti yang kau lihat. Hanya kakak tersayang pendamping setiaku.” jawabnya diplomatis. Huh, bohong!
“Sayang sekali. Padahal aku ingin sekali bertemu mereka.” keluhnya tertahan. Aku menggigit bibir menahan tawa. Lihat saja bagaimana kau akan “tergeletak” nanti, sobat.
“Hei, kok diam … memikirkan apa nona cantik?” Ia menyenggol lenganku sambil mengangkat alis turun naik. Menggoda, barangkali …
“Ah, tidak apa-apa.” elakku halus.
“Apa selama ini dia selalu banyak bicara?” lanjut Alex sambil memiringkan tubuhnya agar dapat melihat kami. Aku memberi isyarat agar Ida tak berkomentar banyak atas pertanyaannya. Tapi aku keliru, karena sobatku itu sepertinya antusias sekali.
“Sangat! Terlebih untuk segala hal yang menyangkut dirimu. Dia bisa jadi berapi-api dan penuh semangat ’45!”
“What? Semangat apa?”
Ups! Ia tak akan mengerti dengan istilah “nasionalisme” kami itu.
“Forget it, Alex! Aku memang banyak bicara kalau ada hal-hal yang memerlukan perhatian khusus.” potongku sebelum Ida membuka mulut untuk menjelaskannya panjang lebar. Ia menatapku tajam.
“Kau selalu membuatnya bingung.” tegurnya keras. Matanya menatapku tajam seakan memaksaku untuk mendengarkannya.
“Aku tidak mengerti…” balasku tak kalah keras. Kali ini Ida menarik nafas panjang. Wah, pasti hal yang serius nih, pikirku tiba-tiba.
“Dengar ya … bagaimana Alex bisa berkata jujur kalau kau terus menerus mem-back up nya. Kau kan juga ingin tau ada masalah apa sampai-sampai Alex terikat dengan dua gadis yang sama-sama cantik dan sama-sama bernama Sonia. Iya ‘kan Fano?” rutuknya pelan. Fafa tertawa, mungkin karena mendengar kata-kata terakhir Ida. Tak urung aku dan Alexpun ikut tertawa … walau sedikit hambar.
“I’m sorry, pal. Aku tidak bermaksud seperti itu. Yah, setidaknya timbulkanlah kesan yang baik di awal perjumpaan kita. Kalau Alex memutuskan untuk menyimpan cerita tentang masalah pribadinya, aku setuju. Tidak semua hal bisa menjadi lebih baik dengan kita mengumbarnya ke publik. Oke?!” Ida mengangkat bahu. Kuharap ia mengerti karena aku tak ingin ada masalah yang timbul selama kami disini. Tak berapa lama Fafa menghentikan kendaraannya disebuah cafe yang letaknya sedikit terasing dari keramaian kota.

Continue reading

November 17, 2008 Posted by | Cerpen | , , , , | Leave a comment